1. Bincang-bincang soal Novel Isabella, seorang putri Kepala Pendeta
tersohor di Cordova, Spanyol. [berikutnya akan saya beri judul:
'Isabella' saja]
Saya hanya akan menyanggah kekeliruan dan masalah yang di hadapi Isabella [Tanya ; Jawab]
= = =
Novel ini di tulis oleh Maulana Muhammad Saeed Dehlvi. Awalnya ditulis
dalam bahas Urdu, kemudian diterjemahkan oleh Rahman Ali Al Hasmini pada
15 Agustus 1974! :o,
Waw. Kayaknya ini novel yang sudah sangat lama!
= = =
Tebalnya ada 355 halaman, yang terbagi atas 19 bab.
= = =
Sinopsis:
Novel ini merupakan kisah nyata dari gadis Kristen bernama Isabella,
seorang putri Kepala Pendeta tersohor di Cordova, sebuah kota nan indah
dan bersejarah di Spanyol.
Ia mempelajari agama Kristen secara
mendalam dan tekun, mencoba untuk mencari kebenaran doktrin Kristen
dengan membedah prinsip-prinsip dasar kekristenan.
Suatu ketika
ia menemukan keraguan dan kejanggalan dalam ajaran Kristen. Tatkala
kebenaran terbentang di hadapannya, ia mulai meninggalkan agamanya dan
meraih Islam sebagai agama baru. Ia dengan berani dan gigih menghadapi
tentangan serta siksaan dari ayah, guru, serta umat Kristen di Cordova.
Sosok Isabella telah melegenda dalam sejarah panjang Islam dan Kristen.
Kegigihan dalam menggenggam keyakinan telah menjadi inspirasi jutaan
perempuan di berbagai belahan bumi. Sementara bagi para akademisi dan
teolog, kisah Isabella tak pernah kering dikaji untuk memelajari
perbandingan agama. Novel ini merupakan sebuah karya yang sangat
bermanfaat, dikemas dalam sebuah novel yang menarik, menjelaskan
perbandingan keyakinan Islam dan Kristen. Satu lagi karya klasik yang
akan memberikan pencerahan pada kita.
Sebuah novel spritual yang menyentuh.
= = =
Pengantar:
1.
Tanya:
Trinitias mengiring umat Kristen ke jalan yang salah dari keyakinan monoteisme
Jawab:
Kristen adalah agama monoteisme,
Trinitias itu bukan soal jumlah Tuhan, melainkan tentang keberadaan
Tuhan, yang meski terlihat ada lebih tetapi tidak lain adalah Tuhan itu
sendiri.
Ilustrasikan saja, misal Saya dan Anda dalam waktu
yang sama dalam tempat yang berbeda bertemu atau berbicara dengan Allah,
(padahal dalam waktu yang sama, apalagi tempatnya berbeda),
Nah, apakah berarti ada 2 Tuhan di situ?
Atau ketika terjadinya bencana dalam waktu yang sama dan tempat berbeda, Tuhan sama-sama menyelamatkan kita????
Maka tidak mustahil bila Tuhan memperkenalkan 3 Keberadaan-Nya itu yang bukan berarti ada 3 Tuhan.
2.
Tanya:
Injil yang asli ditarik kembali oleh Yang Menurunkan
Jawab:
Alkitab tidak diturunkan, melainkan di tulis tangan oleh lebih dari 40 penulisnya.
Agaknya Pengantar ini asing dengan asal-usul Alkitab.
Karena atas dasar apa ia mengatakan bahwa 'Injil yang asli telah ditarik kembali oleh yang menurunkan'? :D
Agaknya Penulis buku ini terlalu gampang berbicara, tentu saja, karena ia tahu siapa pembacanya.
Pembacanya (mayoritasnya Muslim) pasti hanya akan ikut dengan perkataan
Penulis ini tanpa mengetahui lebih lanjut, padahal yang tanpa mereka
sadari mereka sendiri telah di kasih pemahaman sesat!
Karena Alkitab
sama sekali tidak ditarik oleh Yang Menurunkan (di turunkan saja
tidak), melainkan Alkitab itu di tulis oleh lebih dari 40 penulis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar