2. Isabella
Taman Yang di Berkati!
1.
Tanya:
Santo Paulus dalam salah satu suratnya mengatakan bahwa hukum agama
adalah kutukan dan Yesus Kristus diturunkan ke dunia untuk membebaskan
kutukan itu. {hukum agama = hukum Taurat}
Jawab:
Mereka (Umar Lahmi dan Muaz, pemeran dalam novel ini) sedang mengutip nas dalam Galatia 3:13:
"Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan
menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang
digantung pada kayu salib!"
Dan memang Yesus Kristus datang untuk melepaskan kutukan (hukum Taurat) itu (bdk: Mat. 5:17-18).
Hukum Taurat di sebut 'kutukan', alasannya sama saja dengan hukum Taurat disebut sebagai 'pengenal dosa';
*Roma 3:20,
Sebab tidak seorang pun yang dapa dibenarkan di hadapan Allah oleh
karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang
mengenal dosa.
Ada 613 isi Taurat, di mana ada 248 perintah
dan ada 365 larangan. Angka 248 merupakan jumlah tulang dalam tubuh
manusia dan 365 adalah jumlah hari dalam setahun.
Dan manusia tidak mampu menjalankan ke-613 Misvots ini, kalau tidak mampu sinonimnya melanggar,
Nah, kalau melanggar, berdosa 'kan??
Inilah yang di maksud santo Paulus, kenapa kok karena hukum Taurat manusia mengenal dosa?
Demikian pun hukum Taurat santo Paulus sebut kutukan, karena ada tertulis:
*Ulangan 27:26,
Terkutuklah orang yang tidak menepati perkataan hukum Taurat ini dengan
perbuatan. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin!"
Tidak menepati sama saja melanggar.
*Galatia 3:10,
Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di
bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia
melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat."
Rasul Paulus mengutip nas Ulangan di atas.
*Galatia 3:11,
Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena
melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan
hidup oleh iman."
Rasul Paulus mengutip nas di bawah ini;
*Habakuk 2:4,
Sesungguhnya orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya.
Referensi lain:
*Roma 1:17,
Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yag bertolak belakanf dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis:
"Orang benar akan hidup oleh iman."
*Ibrani 10:38,
Tetapi orang-Ku yang benar akan
hidup oleh iman,
dan apabila ia mengundurkan diri,
maka Aku tidak berkenan
kepadanya."
Karena,
*Ibrani 11:1,
Iman adalah dasar segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
2.
Tanya:
Bagaimana dengan tidak: mencuri, berzinah dan seterusnya? Apakah merupakan kutukan ketika mematuhi hukum Taurat itu?
Jawab:
Hukum Taurat adalah hukum yang sudah usang (berakhir),
*Lukas 16:16,
Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes;
dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang
menggagahinya berebut memasukinya.
*Matius 11:13,
Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes.
Keberakhiran hukum Taurat, bukan berarti umat Kristen hidup tanpa hukum.
Kristus pernah berpesan:
*Matius 11:28-30,
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."
Umat Kristen masih hidup dengan hukum, bedanya kami tidak mengikuti
atau tunduk pada hukum Taurat melainkan kepada hukum Kasih (setelah
Taurat).
Dan kuk yang Yesus pasang itu adalah hukum Kasih,
jumlahnya bukan 613 tetapi hanya 2, yaitu Kasih kepada Allah dan Kasih
kepada Manusia:
*Matius 22:36-40,
"Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?"
Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu
dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."
Itulah ketika Yesus ditanyai:
*Lukas 10:25,
Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus,
katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang
kekal?"
Yesus tidak mengatakan untuk melakukan 613 isi Taurat, melainkan hanya ke-2 hukum di atas saja.
Hukum Kasih, itulah hukum kami.
Kasih kepada Allah dan kasih kepada Manusia.
Anda sendiri tahu bagaimana mengasihi itu.
Mengasihi tentu saja menghargai, tidak mencuri miliknya, menindasnya, membunuhnya d.l.l.
Kami tidak; mencuri, merampok, berzinah d.l.l, bukan karena mematuhi hukum Taurat melainkan mematuhi hukum Kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar