Jumat, 20 April 2012

3. Isabella

Membaca novel ini sama sekali tidak menggoncang iman saya seperti yang di rasakan oleh para rahib Kristen yang berperan dalam novel ini.
Saya merasa bingung dengan keberadaan novel ini yang kelihatannya hanya fiksi belaka (padahal dlm sinopsisnya di sebut Fakta).

Itu dapat saya nilai dari para rahib Kristen yang diperankan secara dungu oleh penulis, dan saya keras mengakui keberadaan Novel ini yang kayaknya hanya Fiksi belaka.

= = =
Persoalan Pelik!

1.
Kayaknya ini novel humoris, sampai saya sendiri tertawa membacanya.
Bukan karena ceritanya sengaja di buat lucu, tetapi ada kesalahan dalam cerita fiksi karangan bapak Maulana ini dan ini sekaligus mendukung ketidakpercayaan saya atas keberadaan novel ini yang dianggap fakta.
Masakan di bilang fakta tetapi ada kesalahan dalam novel ini,

Berikut kelucuan yang saya maksud:

*Isabella hal. 13 paragraf ke-4 - hal. 14,
Sebelum berkata Isabella mencium tangan ayahnya, kemudian kata-katanya mengalir lembut, "Ayah aku membaca Surat Yunus 3 (merupakan bagian dari Kitab Perjanjian Lama), dan jika ayah berkenan aku ingin bertanya karena ada hal-hal yang tidak bisa aku pahami."
"Tentu saja, Anakku. Jangan sungkan-sungkan, tanyakan akan segera kehilangan kesulitanmu."
"Dua Belas Perintah Tuhan yang Tuhan berikan kepada kita dalam Perjanjian Lama melalui Nabi Musa, apakah itu bukan hukum agama?"
"Ya, itu semua hukum agama," jawab ayah Isabella mantap.

Sudah kalian temukankah kelucuan yang saya maksud?

Ya, kelucuan yang saya maksud,
di sana Isabella sedang memperkarakan surat Yunus pasal 3, dan dari surat Yunus itu pertanyaannya adalah tentang ke-12 Perintah Tuhan yang Tuhan beri dalam kitab PL melalui nabi Musa.

Padahal antara yang di perkarakan dengan yang dipertanyakan tidak ada hubungannya sama sekali,
karena dalam surat Yunus pasal 3 saya tidak menemukan ke-12 perintah Musa, nyatanya surat Yunus pasal 3 berbicara tentang 'Pertobatan Niniwe'.
Lah, jadi darimana asal-usul pertanyaannya?
Masakan lain yang diperkara, lain yang dipertanyakan?

Dan lagi, ke-12 Perintah Tuhan?
Yang mana yah?

Saya rasa saya cuma mengenal 10 Perintah Tuhan (hukum Taurat)!
Darimana lagikah ke-2 Perintah Tuhan yang di maksud dalam buku karangan bapak Maulana ini?

Seperti yang penah saya bilang [Isabella 1], bapak Maulana terlalu gampang berbicara, beliau bisa saja dengan mudahnya memutarbalikkan dan bahkan asal ngomong dalam novel karangannya ini, karena ia tahu siapa pembaca novel ini yang tidak lain mayoritasnya Muslim, jadi pasti saja umat Muslim hanya akan mengikuti sesat-sesat dari bapak Maulana ini, tanpa mempelajari lebih lanjut.

Lihat, yang demikian saja ia sudah salah, pastilah masih banyak salah-salah yang lainnya.

2.
Tanya:
Hukum agama telah berakhir, apakah sekarang mencuri diperbolehkan bagi kita?

Jawab:
Sudah di jawab pada Isabella 2.

Haleluya!

[Nampaknya, bapak Maulana memerankan perkara [keberakhiran hukum Taurat] sebagai perkara yang rumit. Sehingga sampai bab ini, baik bapak Isabella [seorang pendeta tersohor di Cardova] dan juga Michael [guru Isabella] tidak bisa memberi jawaban yang memuaskan untuk Isabella, tetapi untuk jawaban Micahel sama sekali tidak di tulis. Yah, namanya juga fiksi seenak udel.]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar