Sabtu, 29 September 2012

4. Surat Menyurat part I!

1.
Tanya:
Dosa Asal.

Jawab:
Dosa-asal tidak ada hubungannya dengan pemindahan muatan dosa dari siapa saja, melainkan merupakan penjalaran imbasan kultur dosa Adam yang diturunkan kepada seluruh peradaban umat manusia sejak Adam dikutuk dan diusir dari Taman Eden.

Dihadapan Allah, seluruh umat manusia adalah satu didalam kutukan dosa, telah menjadi hamba dosa, condong dan bernafsu berbuat sebagai warisan turun-temurun, dan memang nyatanya telah berbuat dosa:

*Roma 5:12,
Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.

*Roma 6:16-17,
16Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati, baik dalam dosa yang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran?
17Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu.

Teman-teman dari kalangan Muslim sering "menuduh" bahwa konsep dosa asal, atau dosa waris, atau apa pun namanya, berasal dari rasul Paulus. Tuduhan itu jelas tidak tepat karena ternyata ide tentang dosa asal itu telah ada di dalam Perjanjian Lama:

*Mazmur 51:5,
Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.

Kutukan atas pelanggaran Adam:
1. Berpeluh untuk mencari makan (Kejadian 3:19)
2. Bersusah-payah mencari rejeki (Kejadian 3:17)
3. Harus menderita sakit (termasuk sakit bersalin), (Kejadian 3:16)
4. Harus merasakan kesedihan (bersusah- payah) dan mengalami kematian jasmani (Kejadian 3:19).

Ujud-ujud kutukan diatas tidak terhindarkan oleh siapapun juga, sekalipun ia seorang nabi.

Dosa-asal dari manusia telah melahirkan semua kesengsaraan ini.

Ini sungguh bertolak belakang dengan Ajaran dari kalangan Muslim, yang justru sering mempermasalahkan Dosa-asal dalam ajaran Kristiani. Dalam ajaran Muslim menyatakan bahwa Allah tidak mengutuk siapa-siapa karena Adam langsung bertobat dan dosanya telah diampuni.

Kalau begitu, darimana datang kesengsaraan dan kejahatan dunia?

Dan Al~Qur'an menjawab bahwa Allah sendiri yang menciptakannya;

*QS. 90:4,
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.

*QS 20:123,
Allah berfirman: "Turunlah kamu berdua (Adam dan Hawa) dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain……

Bilamana Allah yang menciptakan penderitaan dunia tanpa kesalahan dari pihak manusia, maka seharusnya – dari sisi keadilan Allah – Ia pulalah yang harus bertanggung jawab mutlak untuk memerdekakan kita semua, tanpa syarat!

Tetapi, Alkitab mengatakan bahwa Allah menjadikan manusia dengan segala ciptaanNya dalam keadaan baik karena Ia Maha-Baik.

Dalam satu pasal awal yang pendek saja dari Kitab Kejadian, kita diberitahu sebanyak 6 kali (!) bahwa Allah melihat bahwa semuanya itu baik" (Kejadian 1:21) dan "Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik" (Kejadian 1:31).

Allah Alkitab yang Maha-Baik tidak pernah dan tidak mungkin menciptakan manusia itu dalam keadaan susah-payah.
Alkitab mengajarkan bahwa seseorang itu sudah berdosa (bukan berbuat dosa) sejak berada di dalam rahim ibunya. Akibat dari DOSA ASAL yang diperbuat oleh ADAM-HAWA:
Sehingga semua manusia sejak bayi (lahir dari kandungan) mewarisi dosa Adam-Hawa,
yaitu kehilangan kemuliaan, lebih jelas lagi dalam:

*2 Tawarikh 6:36,
Apabila mereka berdosa kepada-Mu— karena tidak ada manusia yang tidak berdosa --dan Engkau murka kepada mereka dan menyerahkan mereka kepada musuh, sehingga mereka diangkut tertawan ke negeri yang jauh atau yang dekat,

Hadis Shahih Bukhari no. 1493 setidak-tidaknya juga menyiratkan adanya kultur dosa ketika dikatakan bahwa setiap anak Adam akan disentuh oleh setan ketika lahirnya (kecuali Maryam dan Anaknya). Dan tentulah sentuhan setan itu berkaitan atau berkonotasi dosa (kultur dosa). Bahkan para ahli dari kalangan Islam sulit mengelak kultur dosa ini ketika dihadapkan kepada kemestian masuk ke neraka bagi setiap orang (termasuk bayi tak berdosa), seperti yang tertulis dalam Al~Qur'an dibawh ini:

*QS 19:71,
Dan tidak ada seorang pun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.

Selanjutnya:
-Penebusan Dosa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar